jump to navigation

TIPU MUSLIHAT SYAITHAN Februari 15, 2009

Posted by hudzayfah in Inilah Cinta.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Masih ingat kisah Adam dan Hawwa..? Ya, saat keduanya tergoda oleh Iblis di Jannah hingga akhirnya harus diturunkan ke alam dunia.

Itulah tipu muslihat setan. Iblis berhasil mengajak Adam dan Hawwa untuk melanggar ketentuan Allah swt. Hal ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Apalagi kita yang sedang belajar mencinta. Karena seringkali setan menjerat manusia dengan mengaburkan makna sebenarnya, lalu ia mengganti nama dari segala bentuk kemakshiyatan dengan nama-nama indah yang menggoda. Sehingga pada saat manusia melakukannya seolah-olah ia tidak berdosa.

Setan telah mengaburkan larangan Allah untuk tidak memakan buah Khuldi. Setan menyebut pohon tersebut sebagai pohon keabadian, sehingga setiap orang yang memakan buah dari pohon tersebut akan abadi, karena akan membuat yang memakannya kekal atau seperti para Malaikat, katanya. Maka, Adam dan Hawwa terbujuk rayuan Iblis dan memakan buah yang Allah telah melarangnya. Akibatnya, Allah menghukum mereka berdua dan mencabut kenikmatan Jannah serta menggantinya dengan fananya dunia.

Sialnya, Iblis tidak berhenti sampai di situ. Seluruh keturunannya dari golongan Jin dikerahkan untuk menggoda manusia. Walaupun akhirnya ada Jin yang beriman dan ada pula Jin yang menjadi pasukan setianya. Bahkan, sekarang di alam dunia, begitu banyak manusia yang telah terjerat dalam jebakan setan dan menjadi pengusung panji-panji kebathilan. Hidup mereka dihabiskan untuk mempersiapkan dirinya menyongsong neraka. Na’udzu billah.

Maka dari itu, apa yang mereka lakukan persis sebagaimana yang Iblis lakukan pada saat menggoda Adam dan Hawwa. Jika Iblis mengaburkan nama Khuldi dengan Pohon Keabadian. Maka, prajuritnya di masa kini berkata bahwa khamr adalah penghangat tubuh, terbuai di dalamnya adalah puncak kenikmatan. Riba diganti namanya menjadi mu’amalah dan bunga. Pajak mereka namakan hak pemerintah. Menamakan kedzhaliman dengan demokrasi. Menyebut kekafiran dengan nama “pen-sucian”. Menamakan najwa dengan forum kebaikan, liberalism adalah Hak Asasi, serta menghalalkan zina karena katanya ia adalah pembuktian cinta..!!!

Setan akan mengacaukan manusia dari berbagai macam sisi. Ia menghadang manusia dari depan, mendorongnya dari belakang, serta mendesaknya dari sisi kiri dan kanan. Saat manusia telah berhasil menghindari hal-hal haram, maka setan akan menyibukkannya dengan hal-hal makruh. Jika manusia telah sanggup menghindari hal-hal makruh, maka setan akan menyibukkan dirinya dengan hal-hal mubah, namun laghwu. Saat ia telah menghindari laghwu, setan akan menyibukkan dirinya dengan hal-hal sunnah, sehingga kewajiban sesungguhnya terlalaikan. Bahkan pada saat manusia telah melaksanakan kewajibannya serta manjauhkan perbuatan laghwu dan mengamalkan sunnah dengan proporsional, maka setan akan membuatnya terbuai dalam ibadahnya. Setan membuat ibadahnya berlebihan sampai akhirnya ia terlalu larut dalam ibadahnya, ia lupa bahwa di sekitarnya masih terlalu banyak orang yang jangankan untuk bisa merasakan nikmatnya iman. Merasakan imannya tumbuh pun masih kesulitan. Namun, ia tidak lagi peduli. Ia terlalu sibuk dengan amalan-amalannya sehingga kondisi lingkungannya tidak ia perhatikan.

Begitulah setan. Selalu memiliki cara untuk menghancurkan manusia. Keragu-raguan dikatakannya sikap hati-hati. Saat ada seorang yang menjalankan Islam dengan mudah, ia kemudian membuatnya semakin memudah-mudahkan, hingga salam dan Jilbab pun dikatakan sebagai budaya Arab sedangkan khamr itu menjadi halal jika tujuannya untuk menghangatkan badan. Pikirannya menjadi liberal dan hatinya ditumbuhi benih-benih kefasiqan.

Saat memaknai cinta, ia belokkan ke arah nafsu. Sehingga segala hal yang mendekati zina ia katakan sebagai bagian dari cinta. Ia berkata bahwa semua ini adalah persiapan menuju cinta yang sesungguhnya. Ia halalkan bermesraan. Ia halalkan saling pandang. Ia halalkan saling berpelukan. Dan ia halalkan saling-saling yang lainnya. Hancurlah dunia dibuatnya.

Ia lepaskan pakaian ketaqwaan dan menggantinya dengan busana baru atas nama modernism. Ia bawa generasi muda menjadi duplicator model-model biadab pengumbar nafsu. Sedangkan kapitalisme tertawa terbahak-bahak saat jutaan dollar uang mengalir setiap harinya, masuk ke dalam kantongnya.

Segala bentuk kemakshiyatan dibenarkan dan dicari pembenarannya.

Cinta… Entahlah ke mana perginya ia. Bahkan hukum cambuk bagi para penjudi, rajam bagi pezina, atau potong tangan bagi pencuri dikatakan melanggar Hak Asasi Manusia. Segala ketentuan Allah Sang Pencipta ditentang habis-habisan oleh logika nalar manusia. Manusia menjadi pencipta hukum baru di alam dunia.

Setan telah merasuk ke dalam dadanya dan beranak binak di sana. Sehingga setiap darah yang mengalir di tubuhnya telah penuh ditumbuhi noda-noda kemakshiyatan. Nuansa ketaatan telah hilang sedangkan iman telah melemah, hatinya mengeras seperti batu. Kebenaran ia tolak jika tidak sesuai dengan nafsunya. Al-Quran ia kritisi karena dianggapnya tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman.

Begitulah setan. Ia mempunyai banyak cara untuk menipu manusia. Namun, ada cara terbaik untuk melawannya.

Saat Iblis meminta penangguhan usia hingga hari akhir untuk menggoda Bani Adam, Allah memberikannya. Namun, ada satu golongan yang tidak akan pernah tergoda. Siapa mereka..?

Mukhlishin

Orang-orang yang ikhlash.

Orang-orang yang tulus cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada sedikit pun noda yang mengotori kesucian cintanya, maka setan pun tak kuasa melawannya. Mereka telah membentengi dirinya dengan cinta. Maka iman menjadi perisai yang akan senantiasa melindungi jiwanya. Dadanya dipenuhi cahaya ilahiyah sedangkan nuraninya telah dibimbing oleh wahyu untuk senantiasa berada di bawah naungan Rabbnya. Merekalah orang-orang yang beruntung yang saat Allah memanggil mereka di akhirat, syurga adalah balasannya. Wallahu a’lam…

Komentar»

1. fajar - Maret 1, 2009

aku jadi semakin bingung memahami hidup …!

2. hudzayfah - Maret 5, 2009

Tak usah bingung…
Hidup adalah memaknai segala bentuk perjalanan kita dengan akal sehat dan hati yang jernih…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: