jump to navigation

TIGA JENIS QALB Februari 15, 2009

Posted by hudzayfah in Inilah Cinta.
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Rasulullah saw pernah bersabda bahwa dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Bila daging itu baik, maka baik pula seluruhnya. Begitu pun sebaliknya, bila daging itu buruk, maka buruk pula seluruhnya. Beliau saw melanjutkan bahwa segumpal daging itu adalah al-qalb (hati).

Dalam surat al-Baqarah Allah swt menjelaskan bagaimana kondisi hati seorang yang mu’min, kafir, dan munafiq. Orang-orang beriman digambarkan dalam ayat 1-5. Dua ayat selanjutnya menjelaskan keadaan hati orang-orang kafir. Sedangkan sebelas ayat setelahnya, yaitu ayat 7-18 menjelaskan keadaan hati orang-orang munafik. Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyah memaparkan bahwa ketiga kondisi tersebut merupakan gambaran dari tiga jenis hati.

Hati yang pertama adalah hati yang sehat, yaitu hatinya orang-orang mu’min. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dengan penuh totalitas. Mereka pun mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Mereka beriman terhadap kitab-kitab yang diturunkan-Nya, mengamalkan hukum-hukum-Nya, serta meyakini hari akhir dan perjumpaan dengan-Nya.

Dalam ayat yang lain, Allah swt memberikan gambaran tentang orang-orang beriman, yaitu mereka yang sangat besar kecintaannya terhadap Allah swt. sehingga mereka pun mengingat-Nya pada waktu berdiri, duduk, dan berbaring. Saat disebutkan asma-Nya, maka bergetarlah hati mereka, dan saat dibacakan ayat-ayat-Nya, maka bertambahlah keimanan mereka, bertambahlan cintanya kepada Allah swt.

Itulah gambaran hati yang sehat. Hati yang telah mendapatkan petunjuk dari Allah swt. Hati yang akhirnya membawa keberuntungan bagi yang memilikinya. Hati yang sanggup memberikan kesejukan bagi orang-orang yang bersama pemiliknya. Hati yang kemudian menjadi lentera kehidupan. Ia menerangi langkah seorang hamba untuk menuju Rabbnya melalui jalan yang lurus, yang diridhai oleh Allah swt.

Hati yang sehat ini merupakan gambaran ‘aqidah yang selamat, maka ibadahnya pun benar, ikhlash karena Allah serta ittiba’ kepada Rasulullah saw. Ia jauhi perbuatan bid’ah dan nifaq. Ia kikis habis tahayyul, khuraffat, dan sepilis . Ia mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. Ia tidak pernah takut terhadap celaan orang-orang yang suka mencela. Ia turun ke medan jihad, lalu membunuh musuh-musuh Allah atau terbunuh sebagai syuhada. Ia, sebagaimana qudwah (teladan)-nya, bersikap lemah lembut terhadap sesama mu’min dan bersikap keras terhadap kaum kafir. Hingga akhirnya ia memerangi musuh-musuh Allah hingga tidak ada lagi fitnah di muka bumi ini.

Akhlaqnya yang mulia gambaran al-Quran, sehingga ia seperti apa yang digambarkan ‘ulama salaf ash-Shalih, seperti al-Quran yang berjalan. Maka, kesabarannya seperti Bilal, keteguhannya menggambarkan ‘Ammar, keberaniannya laksana ‘Umar, kelembutannya menyerupakan Abu Bakr, kedermawanannya bagaikan ‘Utsman, maka kecerdasannya gambaran ‘Ali. Masya Allah…

Hati yang kedua adalah hati yang mati. Semoga Allah melindungi kita dari hati yang mati. Hati yang mati adalah hatinya orang-orang kafir. Orang-orang yang sesat lagi hilang jalan. Orang-orang yang dimurkai dan dibenci oleh Allah swt. Orang-orang yang ingkar terhadap segala ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Mereka menghalalkan apa-apa yang diharamkan oleh Allah swt serta mengharamkan apa-apa yang dihalalkan oleh Allah swt. Tempat mereka adalah neraka jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.

Al-Quran menyebutkan bahwa di antara mereka mengadakan ilaah-ilaah tandingan yang mereka taati selain ketaatannya terhadap Allah swt, yang mereka harapkan selain harapannya kepada Allah swt, yang mereka cintai dan rindukan sebagaimana mereka mencintai-Nya serta merindukan perjumpaan dengan-Nya. Namun, karena itu pula mereka telah menjadi kafir. Mereka terjebak dalam lembah kemusyrikan yang Allah pernah berfirman tentang dosa ini sebagai dosa yang tidak mungkin diampuni-Nya. Na’udzu billah.

Sesungguhnya hawa nafsunya telah mengungguli fitrahnya sebagai seorang hamba. Hatinya keruh, bahkan pekat, seperti sebuah cermin yang dipenuhi debu. Orang yang ada di sana tidak dapat melihat bayangannya sendiri. Maka, cintanya telah musnah karena kebekuan hatinya. Imam Ibnu al-Qayyim menyebutkan bahwa jika pun ia mencinta, maka cintanya karena nafsu. Saat ia membenci, bencinya pun karena nafsu, memberinya karena nafsu, menerimanya pun karena nafsu. Hawa nafsunya adalah pemimpinnya, syahwat adalah panglimanya, kebodohan adalah pengemudinya dan lalai adalah kendaraannya. Maka, Ibnu al-Qayyim melanjutkan, akrab dengannya adalah racun dan duduk dengannya adalah kebinasaan.

Sedangkan jenis hati yang ketiga adalah hati yang sakit. Saat fitrahnya mengendalikan nafsunya, maka hatinya sebagaimana hati yang sehat, namun pada saat nafsunya mengungguli fithrahnya maka hatinya sebagaimana hati yang mati.

Allah swt. menggambarkan mereka, orang-orang yang sakit hatinya sebagai orang-orang yang munafiq, lain di mulut lain di hati. Amalannya yang zahir hanya untuk memuaskan sifat riya’-nya. Mereka melisankan keimanan, namun hatinya penuh kebencian. Saat di hadapan orang-orang mu’min mereka menyebut nama Allah dan bershalawat pada Rasulullah, namun saat mereka kembali kepada kelompoknya, maka yang ada tinggal caci maki dan kedustaan.

Begitulah orang-orang yang di hatinya tersimpan nifaq, tidak ada peribadahan yang zahir untuk Allah swt. sehingga Rasulullah saw. pun bersabda bahwa amalan zahir orang-orang munafiq lebih baik daripada amalan hatinya, sedangkan amalan hati orang-orang mu’min itu jauh lebih baik daripada amalan zahirnya. Mereka menjadi musuh dalam selimut yang akan menghancurkan bangunan Islam sedikit demi sedikit. Maka, Hudzayfah pun mengikuti sabda Rasul-Nya bahwa saat seorang munafiq meninggal, jangan shalatkan ia. Wallahu a’lam…

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: