jump to navigation

Ath-Thibb An-Nabawi (6) Januari 27, 2009

Posted by hudzayfah in Metode Pengobatan Nabi saw..
trackback

PERUT ADALAH SUMBER PENYAKIT

Dalam sebuah hadits, Rasulullah pernah bersabda bahwa perut adalah sumber dari segala macam penyakit. Walaupun hingga saat ini belum ada kesepakatan di kalangan akademisi kesehatan tentang defenisi “perut” yang dimaksud, namun sebagian besar akademisi kesehatan dalam dunia herbal menyepakati bahwa yang dimaksud dengan “perut” adalah lebih mengarah pada kolon (usus besar).[1] Karena pada organ inilah seringkali terjadi penumpukan sisa-sisa makanan (feces) yang melekat pada dinding-dinding dalamnya. Hal tersebut mengakibatkan peradangan pada usus besar dan melemahnya sistem imunitas tubuh kita, sedangkan bakteri dengan mudah berkembang biak di sana.

Sistem imunitas tubuh yang lemah akan menyebabkan mudahnya tubuh terserang penyakit karena tubuh tidak sanggup melawan segala macam penyakit yang menyerang. Karenanya Allah berfirman,

“Makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan…” (QS. Al-A’raaf, 7: 31)

Hal tersebut dipertegas oleh sabda Rasulullah saw.

“Sesungguhnya sikap yang berlebih-lebihan bila kamu memakan segala sesuatu yang kamu inginkan.” (HR. Ibn Majah)

Makan dan minum dengan berlebihan akan menyebabkan organ tubuh harus bekerja lebih keras daripada seharusnya. Hal tersebut mengakibatkan kelemahan pada sistem pencernaan sehingga pembakaran makanan dan minuman pada akhirnya tidak sempurna. Sisa-sisa pembakaran yang tidak sempurna inilah yang kemudian melekat pada lipatan-lipatan dinding kolon. Karenanya Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada bekas yang diisikan oleh anak Adam yang lebih keji selain daripada perut. Cukuplah bagi anak Adam dengan beberapa suapan untuk menegakkan tulang belakangnya. Dan sekiranya ia terpaksa melakukannya juga, maka 1/3 untuk makanannya, 1/3 untuk minumannya, dan 1/3 untuk nafasnya.” (HR. Turmudzi, Ibn Majah, dan Muslim)

Lihatlah bagaimana Rasulullah saw. memerintahkan ummatnya untuk senantiasa menjaga keseimbangan, termasuk keseimbangan di dalam perut yang memang akan menjadi sumber penyakit saat tidak lagi diperlakukan sebagaimana mestinya. “Kami adalah orang-orang yang tidak makan, kecuali setelah lapar, dan bila makan, kami tidak sampai kenyang.”

Hal tersebut dikarenakan porsi minimal (baca: secukupnya saja) sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Permasalahan yang sebenarnya terjadi dari pola makan kita bukan terletak pada kuantitasnya, tetapi pada kualitasnya. Baik kualitas zat makanannya ataupun kualitas mengonsumsinya. Hal tersebut kembali disebutkan oleh Rasulullah saw, “Makanan satu orang cukup untuk dua orang, makanan dua orang cukup untuk empat orang, makanan empat orang cukup untuk delapan orang.” (HR. Bukhari Muslim). Bahkan, Rasulullah saw. menyebutkan orang-orang yang berlebihan dalam memakan makanan sebagai sifat dari orang-orang kafir. Sabdanya, “Seorang mu’min makan dengan satu usus, sementara orang kafir makan dengan tujuh usus.” (HR. Muslim, Turmudzi, Ahmad, dan Ibn Majah). Sementara ‘Umar ibn Khattab ra. pernah berkata, “Jauhilah oleh kalian sikap rakus dalam makan, karena tindakan itu bisa merusak tubuh, dan dapat mengundang penyakit.”

Sistem Pencernaan Manusia

Sistem pencernaan merupakan sebuah system yang tersusun rapi untuk mencerna zat makanan dari dalam tubuh, menyerap zat yang terkandung di dalamnya serta membuang zat sisa yang tidak berguna bagi tubuh. Dalam melaksanakan tugasnya ini, system pencernaan memiliki beberapa organ yang membentuk sebuah saluran pencernaan dari mulut hingga anus. Organ-organ yang dimaksud adalah.

— Mulut

— Pharynx (tekak)

— Oesophagus (kerongkongan)

— Lambung

— Usus Halus

— Usus Besar (kolon)

— Liver, empedu, dan pancreas

— Anus

Sistem pencernaan mengurai makanan menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana untuk digunakan oleh sel-sel tubuh serta membuang bahan sisa sebagai zat buangan. Proses pencernaan berawal dari mulut dan melakukan proses dengan bantuan gigi dan lidah, sedangkan zat yang terdapat dalam ludah mengurai karbohidrat. Selanjutnya makanan diteruskan ke tekak dan kerongkongan

Setelah itu, makanan masuk ke dalam lambung selama kurang lebih lima jam, sementara asam lambung makanan menjadi chime. Selanjutnya makanan dicerna di dalam usus halus oleh dua jenis enzim (pepsin dan renin). Zat makanan yang dibutuhkan tubuh diurai lebih lanjut oleh liver dan pankreas. Sisa-sisa makanan yang tidak berguna dialirkan melalui kolon untuk dibuang melalui anus.

Usus Besar (Kolon)

TinjaProses pencernaan akan berjalan dengan baik selama kita bisa menjaga makanan ataupun minuman yang masuk ke dalam perut kita. Sistem pencernaan dapat mengalami kelemahan atau peradangan yang dapat menyebabkan tidak optimalnya proses pencernaan yang berlangsung selanjutnya. Dalam permasalahan ini, kita akan mengkhususkan pada pembahasan mengenai usus besar dan kelemahan yang menimpanya.

Kolon merupakan tempat transit zat-zat sisa makanan di dalam tubuh. Zat tersebut kurang lebih berada dalam kolon selama 14 jam. Fungsi utama usus besar sendiri adalah menyerap air kembali dan menghasilkan lender (mucus) yang berperan sebagai pelican feces untuk membantu pengeluaran melalui anus. Tidak semua zat sisa dibuang melalui anus, sebagiannya menempel pada dinding-dinding kolon,diperkirakan terdapat 10-15 pound.

Zat sisa (feces) yang tidak dapat dikeluarkan dan mengendap di dalam kolon disebut mucoid. Mucoid yang terjebak di dalam usus itulah yang kemudian dapat menyebabkan berbagai peradangan serta kelemahan pada kolon (usus besar). Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya.

ž Terlalu banyak makan

Saat tubuh terlalu banyak memasukkan makanan ke dalam perut, sistem pencernaan terlalu keras bekerja sehingga jika terus dibiarkan akan menyebabkan kelemahan pada beberapa organ pencernaan, khususnya pada usus besar sebagai saluran pencernaan terakhir sebelum feces dibuang melalui anus. Akhirnya, banyak sekali zat sisa makanan yang tidak tercerna dengan sempurna.

ž Tekanan perasaan

Makan dalam kondisi emosional serta mental yang tertekan akan mengakibatkan makanan tidak dapat dicerna dengan sempurna. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Eropa, dengan menggunakan sample kucing, ditemukan bahwa makanan yang dimakan pada dalam suasana yang tertekan, guncang, stress, dan sebagainya hanya akan mengendapkan makanan di lambung. Lambung tidak berjalan optimal, bahkan lambung tidak sanggup mengeluarkan asam lambung untuk mengurai makanan. Dalam penelitian itu, seekor kucing diberi makan, dan sesaat setelah selesai makan, dihadirkan seekor anjing yang kemudian membuat kucing ketakutan dan tertekan kedua binatang ini dipertemukan. Lalu, diperlihatkan dengan sinar X pada tubuh kucing ini, ternyata selama tekanan itu masih terasa pada diri kucing, makanan benar-benar mengendap, sedangkan tubuh, dalam hal ini system pencernaan, tidak bekerja sama sekali. Sistem pencernaan baru kembali bekerja saat kondisi kucing benar-benar telah tenang, yaitu sekitar empat jam kemudian.

ž Faktor Usia

Semakin lanjut usia, asam hidrolik di dalam lambung semakin sedikit dihasilkan. Ini merupakan sunnatullah, namun kita bisa meminimalisir terjadinya hal ini dengan pola makan yang benar sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.. Beliau saw. memang benar-benar dijadikan rujukan oleh Allah swt. bagi ummat manusia di dunia dalam segala bidang. Termasuk di dalamnya adalah cara makan. Maka, benar saja, saat kita tidak memperhatikan pola makan yang benar sesuai dengan sunnah Rasul, berbagai penyakit berat bermunculan.

ž Cara makan yang salah

Cara makan yang tidak benar juga akan mengalami beberapa masalah pada lambung, liver, dan usus. Di antara cara makan yang salah adalah.

— Zat makanan yang tidak seimbang

— Terlalu banyak minum pada saat makan

— Kebiasaan makan yang terlalu cepat

Berbagai Kelemahan Pada Usus

Posisi kolon yang normal dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Dapat kita perhatikan bersama bahwa dengan posisi seperti ini, kolon sanggup menopang beberapa organ, serta menjaga organ-organ yang berada di antara kolon bagian atas dengan bagian bawah perut. Pada ruang di antara kolon bagian atas dengan kolon bagian bawah atau bawah perut wanita terdapat system reproduksi yang sangat vital, sehingga pada saat kolon mengalami peradangan, maka kemungkinan juga akan memengaruhi system reproduksi wanita tersebut.

Dunia medis modern telah meneliti bahwa kelemahan kolon terdiri atas beberapa jenis. Semua kelemahan ini sangat berbahaya dan penyebab yang paling utama adalah permasalahan makanan yang masuk ke dalam perut kita. Beberapa kelemahan tersebut di antaranya.

1. Ballooned Sigmoid

Ballooned Sigmoid yaitu keadaan di mana pada bagian sigmoid usus mengalami penggelembungan. Hal ini biasanya disebabkan oleh system pencernaan yang tidak baik, kram, tegang (nervous), atau banyak gas (udara yang tidak seimbang). Jika dibiarkan, maka akan merusak kinerja kolon.

2. Stricture

Yaitu penyempitan pada beberapa bagian pada usus besar. Hal ini akan menyebabkan endapan feces yang lebih benyak lagi, dan jika terjadi kontak zat karsinogenik yang terkandung dalam feces dan usus besar akan mengakibatkan kanker usus.

3. Prolapsus

Otot kolon transversal menggelantung turun dan pada beberapa kasus menimpa organ-organ yang ada di bawahnya. Hal ini mengakibatkan terhambatnya feces, aliran darah, serta saraf pada organ yang dipengaruhinya. Pada wanita, prolapsus bisa menyebabkan rusaknya organ-organ reproduksi.

4. Spasm

Spasm merupkan istilah lain dari Bowel Spasticity atau dalan bahasa Indonesia biasa disebut dengan Kejang Usus. Yaitu terjadinya kekejangan otot pada dinding usus yang akan menghambat pembuangan feces. Biasanya spasm disertai dengan rasa yang nyeri pada perut bagian kiri bawah.

5. Diverticula

Pada kasus diverticula, usus membentuk kantung-kantung kecil, baik pada bagian luar ataupun dalam usus. Karenanya, kondisi seperti ini juga sering disebut dengan istilah Bowel Pocket (kantung-kantung usus). Kantung-kantung tersebut sangat mudah dimasuki chime, yaitu hasil pencernaan makanan sangat halus. Akibatnya chime yang lama mengendap menyebabkan infestasi mikroba penyebab infeksi dan keracunan.

6. Colitis

Yaitu keadaan komplikasi di mana usus besar mengalami penggelembungan disertai kejang yang amat sangat serta juga munculnya kantung-kantung usus. Kondisi ini biasanya adalah hasil dari kondisi-kondisi kelemahan usus yang dibiarkan.

Kondisi usus besar yang sehat dengan usus yang memiliki kelemahan bila dibandingkan akan tampak seperti pada gambar di bawah ini.

Irid62



[1] Sebagian ahli medis menyebutkan bahwa yang dimaksud “perut” dalam hadits tersebut berarti lambung, sedangkan sebagian lainnya mengartikan kolon (usus besar).

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: