jump to navigation

Terapi Air Juli 1, 2008

Posted by hudzayfah in Metode Pengobatan Nabi saw..
Tags: , , ,
trackback

“…Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…”
(QS. Al-Anbiyaa’, 21: 30)

Segala puji kehadirat Allah swt. yang telah menciptakan langit, bumi, dan seisinya, serta menurunkan air dari langit ke bumi. Kemudian ditumbuhkannya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warna dan jenisnya, memberi batas antara air laut dengan sungai sehingga rasanya tidak tercampur saat keduanya harus bertemu. Shalawat serta salam semoga tercurahlimpahkan atas nabiyullah wa rasulullah Muhammad saw.. Beliaulah bayaan dari segala ketentuan yang telah Allah gariskan di dalam al-Quran. Sehingga tidak sedikitpun cela yang terdapat pada dirinya. Maka, Allah swt. berfirman tentangnya bahwa telah ada suri teladan yang baik pada diri beliau saw.. Juga pada keluarganya, para Shahabat yang tidak pernah lelah untuk menjaga risalahnya yang suci serta pada tabi’in dan tabi’ut tabi’in, ‘ulama salaf ash-shaliih, yang semoga juga sampai kepada kita, ummatnya, yang insya Allah akan berpegang teguh pada sunnahnya hingga akhir zaman.
Allah swt. berfirman dalam al-Quran bahwa Dia telah menjadikan air sebagai sumber kehidupan. Bahkan ‘arsy-Nya pun ada di atas air. Dia pula yang menjadikan manusia dan hewan dari air.
Di dalam al-Quran, banyak sekali ayat yang menyinggung air serta kegunaannya.  Allah swt. pun menggambarkan kekuasaan-Nya yang menjelaskan air begitu detail dalam kacamata sains al-Quran, sehingga kita benar-benar diajak untuk mempelajari air dengan sebenar-benarnya. Ini juga sekaligus menjadi bukti kebenaran al-Quran dan kekuasaan Allah swt. yang tidak terbatas.
Di planet bumi yang kita tempati ini, 2/3 dari luasnya berupa perairan, sedangkan wilayah daratan hanya 1/3 nya saja. Begitu pun dalam tubuh manusia. Persentase air mencapai 71%, sedangkan pada janin mencapai 95%. Ketika kadar air di dalam tubuh berkurang, maka sistem metabolisme tubuh tidak akan berjalan dengan baik. Karena air berperan penting dalam proses menelan makanan, menghaluskan, mencerna, memindahkan, dan mendistribusikannya. Bersamaan dengan itu, air ikut memperlancar proses penyebaran vitamin, hormon, oksigen, menjaga suhu panas dan kelembapan tubuh. Artinya, dapat dikatakan bahwa tidak akan ada kehidupan jika di dunia ini tidak ada air.
Kita lihat dalam sejarah peradaban manusia, bahwa peradaban-peradaban yang muncul dengan segala kemajuannya selalu berkembang di sekitar wilayah perairan. Kita kenal peradaban Mesir Kuno yang dibangun di sekitar sungai Nil. Begitu pun peradaban India Kuno yang dibangun di sekitar sungai Gangga. Sedangkan masyarakat China Kuno memilih sungai Hwang Ho sebagai pusat kehidupannya.
Peradaban bangsa Arab berkembang sejak munculnya sumur zamzam. Maka, wilayah Hijaz menjadi sebuah kota baru yang sebelumnya dikenal dengan wilayah yang gersang dan tanpa kehidupan.
Begitulah kehidupan di dunia ini. Siklusnya selalu berhubungan dengan keberadaan air. Jangankan untuk kehidupan dunia secara keseluruhan. Seorang manusia saja pasti tidak mampu bertahan tanpa air dalam waktu yang cukup panjang. Berbeda dengan lapar yang masih bisa ditahan untuk beberapa saat. Namun, rasa haus tidak akan mampu ditahan sebagaimana kita menahan rasa lapar.

(bersambung)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: