jump to navigation

Ath-Thibb An-Nabawi (2) Juli 1, 2008

Posted by hudzayfah in Metode Pengobatan Nabi saw..
Tags: , ,
trackback

Pengobatan Hari Ini
Hari ini, kiblat pengobatan dunia tertuju pada setidaknya lima jenis metode pengobatan. Empat di antaranya merupakan metode pengobatan tradisional yang walaupun kurang diperhitungkan, namun seringkali efeknya lebih terasa dibandingkan metode pengobatan modern. Walaupun, kadangkala tidak dapat terbuktikan secara ilmiah.
Lima jenis metode pengobatan yang kini tengah menjadi kiblat pengobatan dunia hari ini adalah metode pengobatan modern (alopati), Mistis, Ayurveda, Yin dan Yang, serta Ath-Thibb An-Nabawi.

a.    Alopati
Sebenarnya, ilmu kedokteran modern atau yang lebih dikenal dengan isatilah alopati merupakan pengembangan dari ilmu kedokteran Islam. Karena, acuan ataupun sumber rujukan utama dari alopati adalah Al-Qanun Fii Ath-Thibb (The Canon of Internal Medicine) karangan Ibnu Sina. Terlepas dari pro kontra pemikiran filsafat yang diusungnya, Ibnu Sina tetap menjadi seorang ilmuwan muslim yang memberikan manfaat cukup besar bagi ilmu kedokteran Islam pada masanya. Sehingga Ibnul Qayyim al-Jawziyyah yang dalam permasalahan ‘aqidah banyak mengkritik Ibnu Sina, namun tetap menjadikan Al-Qanun sebagai rujukannya saat menyusun kitab Thibbun Nabawi, salah satu bagian dari kitab Zaadul-Maad.
Perbedaan yang signifikan antara ilmu kedokteran Islam dengan alopati yang dikembangkan di Barat pasca renaissance adalah pada obat-obatan yang digunakannya. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka Barat berupaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang kedokteran dengan bantuan teknologi. Di satu sisi tentu saja ini merupakan kemajuan yang patut dibanggakan. Proses pengobatan menjadi semakin mudah. Khususnya saat menangani kecelakaan, pemindahan organ tubuh, dan operasi lainnya.
Namun di sisi lain, bahan-bahan kimia diraciknya menjadi sebuah obat yang menurutnya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Apa benar bahan-bahan kimia merupakan penyembuh..? Atau justru bahan-bahan kimia lah yang menjadi sumber penyakit yang aneh dan baru muncul belakangan..?
Salah satu contohnya adalah dalam proses penyembuhan penyakit kanker. Barat berupaya untuk menyembuhkannya dengan bahan-bahan kimia sintetis yang sebenarnya justru membahayakan manusia. Prof. Robin Baker, dalam The Reality Behind The Headlines, menyatakan bahwa kanker erat kaitannya dengan bahan-bahan kimia dan pola hidup yang tidak sehat. Kelebihan alkohol dapat menyebabkan kanker hati. Asap rokok dan minuman beralkohol dapat menyebabkan kanker tenggorokan. Nikotin dapat menyebabkan kanker lidah, dan begitulah seterusnya… bahan kimia, bahan kima; kanker, kenker.
Termasuk saat Barat mempropagandakan tabir surya untuk mencegah kanker kulit. Maka, berbondong-bondonglah orang-orang yang berjemur di pantai atau mereka yang akan terkena sinar Ultra Violet secara langsung menggunakan masker kulit, baik berupa lotion, spray, atau yang lainnya. Namun, apa yang terjadi..?
Dikatakan oleh Prof. Robin Baker, di Inggris, pada tahun 1935, resiko seorang terkena kanker kulit hanya 1:1500 orang. Sedangkan pada tahun 2000, resiko itu meningkat 20 kali lipat menjadi 1:75 orang saja..!!!
Hal ini disebabkan bahwa tabir surya pada dasarnya merupakan bahan kimia buatan yang normalnya tidak digunakan oleh manusia sebagai pelindung kulit. Karena berkali-kali penelitian dilakukan dan hasilnya menunjukkan bahwa penyebab kanker kulit adalah penggunakan bahan-bahan kimia secara intensif dan/atau ekstensif yang tidak alami.
Contoh lainnya adalah penggunaan vaksin yang dapat menyebabkan rusaknya organ-organ tubuh sehingga seorang yang telah mendapatkan vaksin akan mengalami penurunan imunitas, sehingga tubuhnya lemah dan mudah terserang penyakit. Bahkan, beberapa kasus telah menunjukkan bahwa seorang bisa cacat atau meninggal setelah menggunakan vaksin.
Begitu pun dengan bahan-bahan kimia yang terkandung dalam obat-obatan modern lainnya. Seluruh obat-obatan tersebut bukan merupakan sebuah pengobatan holistik, tetapi wholistic. Sifat dari obat-obatan kimia sintetis adalah menyerang bakteri dan membunuhnya, bukan meningkatkan sistem imunitas tubuh. Maka, kita kenal sebuah istilah anti-biotik (biotik= kehdupan). Jadi, pengobatan alopati bersifat keras dan membunuh.
Sebagian besar obat-obatan kimia sintetis pun tidak tepat sasaran karena sifatnya yang tidak menyerang sumber penyakit. Obat-obatan tersebut akan meredakan rasa sakit, namun tidak menyembuhkannya (bersifat symptomiatic treatment). Sehingga penyakitnya masih terus berkembang dan dosis pengobatannya pun semakin bertambah dan bertambah.
Selain itu, sebagian pengobatan alopati hanya merangsang saraf untuk tidak merasakan penyakit yang dideritanya. Otak dipaksa untuk mengalihkan perhatiannya, sehingga sakitnya tidak terasa. Sedangkan sumber penyakitnya dibiarkan begitu saja. Jadi, obat-obatan modern bersifat menipu dan tentu saja sangat sementara. Sedangkan sumber penyakit terus berkembang dan dibiarkan saja. Maka, apa yang akan terjadi selanjutnya..? Ya, penyakit menjadi semakin parah, sukar diobatai, dan akhirnya menyebabkan kematian.
Selain itu, dalam pengobatan alopati, bahan kimia sintetis selalu menimbulkan efek samping. Saat kita meminum obat jantung, misalnya, maka bisa jadi dalam waktu yang bersamaan kita sedang merusak ginjal kita. Begitu pun saat kita sedang mengobati ginjal kita, bisa jadi kita sedang merusak hati kita.
Hal terakhir yang menjadi sangat penting bagi kita adalah masalah halalan thayyiban dari pengobatan alopati. Karena dalam beberapa kasus ditemukan banyak sekali barang haram dan syubhat yang digunakan untuk meracik obat-obatan kimia sintetis ini, seperti gelatin babi, otak bayi, daging manusia, dan yang lainnya. Padahal, Rasulullah Muhammad saw. pernah bersabda:
إن الله لم يجعل شفاءكم فيما حرمه الله ) رواه البخاري(
“Sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan kesembuhan dengan sesuatu yang Dia haramkan atasmu”.

b.    Mistis
Diakui atau tidak, pengobatan mistis yang penuh dengan kemakshiyatan ini masih berkembang dan menjadi salah satu rujukan pengobatan saat ini. Walaupun di dalamnya terdapat unsur-unsur kemusyrikan dan TBC (tahayyul, bid’ah, dan churaffat), namun sebagian dari ummat masih saja mencarinya sebagai pengobatan alternatif.
Kita mesti berhati-hati dan dengan segera memeperingati ummat agar tidak terjebak pada praktik yang telah menyimpang ini. Sabda Rasulullah Muhammad saw.
من أتى كاهنا فسأله عن شيء فصدقه فقد كقر بما انزل على محمد  yومن اتى كاهنا ولا يصدقة لم تقبل له صلاة اربعين يوما (رواه الطبراني)
“Barang siapa yang datang kepada dukun menanyakan suatu perkara lalu membenarkan ucapan dukun itu, kufurlah ia terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad saw., dan barang siapa datang dan tidak membenarkannya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.” (HR. Thabrani)

c.    Ayurveda
Pengobatan jenis ini merupakan sebuah tradisi ummat Hindu yang metodenya telah tercatat di dalam kitab Veda. Salah satu metode yang diajarkannya adalah Therapi Urine atau Terapi Air Seni. Yaitu menggunakan air seni penderita untuk mengobati sakit yang dideritanya. Terapi ini merupakan terapi yang telah biasa dilakukan oleh orang-orang Majusi.
Dalam Kitab Damar Tantra, salah satu bagian dari Rigvedic ditemukan bahwa ada sebuah kaidah Shivambu Kalpa Vidhi (metode meminum air seni supaya tetap muda). Air seni yang diistilahkan dengan Shivambu (secara harfiah berarti air Shiva) dianggap sebagai air suci milik Dewa Shiva (Siwa) yang dapat memberikan manfaat kepada manusia.
Walaupun demikian, dilihat dari sudut keilmiahannya, tidak ada satu pun catatan yang mendukung terapi ini. Hal diperkuat oleh ungkapkan seorang ilmuwan Barat yang meneliti metode ini, Dr. Charles H. Duncan pada tahun 1918. Apalagi, Islam jelas-jelas melarang penggunaan obat-obatan yang najis dan haram.

d.    Yin & Yang
Saat ini, pengobatan yang cukup berkembang selain pengobatan modern atau alopati adalah pengobatan tradisional China. Metode pengobatan China memang telah maju sejak 2500 SM.
Pengobatan ini erat kaitannya dengan kepercayaan mereka atas kuasa dua unsur dalam kehidupan. Begitulah kehidupan berjalan menurutnya. Jika keduanya (Yin dan Yang) seimbang, maka kehidupan pun akan menjadi seimbang pula. Manusia sehat dan tidak sakit.
Bentuk terapi yang digunakannya cukup banyak. Di antaranya adalah terapi akupuntur, akupresur, pijatan dengan tangan,  tongkat, biji-bijian, batu, terapi dengan jamu, magnet tubuh, sihir, dan lain sebagainya.
Unsur Budha kemudian memengaruhi pengobatan ini. Maka, ada beberapa gerakan senam yang dijadikan terapi pengobatan tersebut, seperti Yoga yang berasal dari ajaran Dahtayana, yang pada awalnya hanya terbatas pada kalangan biarawan/wati saja. Pengobatannya dilakukan dengan rabaan, renggangan, dan pernafasan yang berkonsentrasi pada kepercayaan roh-roh halus, sehingga memunculkan kekuatan yang disebut sebagai kekuatan “Chie”.

e.    Ath-Thibb An-Nabawi
Thibbun Nabawi yaitu Metode Pengobatan yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. berdasarkan atas wahyu Allah swt.. Maka, metode ini merupakan satu-satunya metode yang diridhai oleh Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw. tercinta.
Metode pengobatan Nabi merupakan satu dari sekian banyak bagian dari ilmu fiqh. Namun, sayangnya sebagian besar ummat – bahkan ‘ulama – telah melupakannya. Sehingga, keberadaannya timbul-tenggelam. Padahal, pengobatan ini merupakan sebuah sunnah yang harus tetap dijaga oleh ummat sebagai sebuah kebanggaan dan penghambaan yang sempurna kepada Allah swt..
Metode Pengobatan Nabi telah ditulis dalam banyak kitab Hadits dan Fiqh. Imam al-Bukhari menyusun hadits-hadits yang berkaitan dengan Thibbun Nabawi dalam BAB Ath-Thibbun Nabiy. Imam Suyuthi dan Imam Ibnul-Qayyim al-Jawziyyah pun demikian. Kedua fuqaha ini sengaja menyimpan Thibbun Nabawi menjadi salah satu pembahasan dalam uraian fiqh-nya.
Maka dari itu, kewajiban mempelajari Thibbun Nabawi serta mengamalkannya sama dengan kewajiban kita dalam mempelajari dan mengamalkan ilmu-ilmu fiqh yang lainnya, seperti thaharah, shalat, shiyam, zakat, haji, jihad, atau jinayat. Para ‘ulama harus kembali membuka catatan kedokteran Islam untuk dikembangkan dan dikolaborasikan dengan metode kedokteran modern yang tidak bertentangan dengan Islam. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Ibnul-Qayyim ataupun Ibnu Sina.
Jika hingga kini belum ada seorang tokoh yang mampu untuk membuka lembaran-lembaran kejayaan kedokteran Islam itu, maka biarlah kita yang akan berjuang untuk membangun kembali salah satu bagian dari syarat tegaknya peradaban Islam, yaitu tegaknya kedokteran Islam. Jika Allah melalui Rasul-Nya telah mengajarkan sebuah metode pengobatan, maka untuk apa kita masih mengamalkan yang lainnya..???

(bersambung)

Komentar»

1. KAKA - Januari 15, 2009

SAYA SANGAT BUTUH LANJUTAN ARTIKELNYA TOLONG DONG

2. hudzayfah - Januari 19, 2009

Ditunggu aja ya.. Klo draftnya dah ada 5 BAB. Tapi, masih problem connecting dan virus. Mohon maaf jika terlalu lama menunggu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: