jump to navigation

Ath-Thibb An-Nabawi (1) Juli 1, 2008

Posted by hudzayfah in Metode Pengobatan Nabi saw..
trackback

Artinya: “Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku” (QS. Asy-Syu’ara, 26: 80)

Pendahuluan
Islam merupakan sebuah diin yang syaamil mutakamil (utuh-menyeluruh). Tidak ada sekat antara satu aspek kehidupan dengan aspek yang lainnya. Asy-Syahid Hasan Al-Banna menyatakan kesempurnaan Islam dengan menjabarkan Islam sebagai negara dan tanah air atau pemerintahan dan ummat; moral dan kekuatan atau kasih sayang dan keadilan; wawasan dan undang-undang atau ilmu pengetahuan dan peradilan; materi dan sumber daya alam atau penghasilan dan kekayaan; serta jihad dan da’wah atau pasukan dan pemikiran. Ia adalah ‘aqidah dan ‘ibadah, agama dan negara, spiritualisme dan amal, serta mushaf dan pedang.
Maka dari itu, Islam pun tidak bisa dilepaskan dari aspek kesehatan dan pengobatan di dalamnya. Bahkan, Rasulullah Muhammad saw. telah mengajarkan kepada kita sebuah metode pengobatan yang bersumber langsung dari Sang Pemilik Kesembuhan, Dzat Yang Maha Memberi Kesehatan serta Yang Maha Menghendaki Keadaan hamba-Nya. Metode pengobatan nabi telah terbukti ampuh dan tidak memiliki efek samping apapun. Karena pengobatan ini memang bersumber langsung dari Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu sehingga keampuhannya tidak perlu dipertanyakan lagi.
Sayangnya, pada zaman yang modern ini, kita telah melupakan ajaran yang kita anut sendiri sedikit demi sedikit. Kita telah membuang serta mengikis kesempurnaan Islam ini dengan mengesampingkan metode pengobatan a la Nabi Muhammad saw. dan menggantikannya dengan metode pengobatan modern (alopati) dengan anggapan bahwa metode pengobatan nabi telah ketinggalan zaman, kuno, atau lain sebagainya. Bahkan di antara kita mungkin sangat terkejut saat mengetahui bahwa ternyata Islam pun mengatur aspek kesehatan dan pengobatan.
Padahal, Allah swt. berfirman dalam surah Al-Baqarah, 2: 208:

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu.”
Allah swt. memberikan sebuah penjelasan kepada kita bahwa ternyata banyak di antara orang-orang beriman yang belum masuk ke dalam Islam secara keseluruhan. Hal ini terbukti dengan seruannya “Hai orang-orang yang beriman”. Maka, sudah sepatutnya kita sebagai orang yang beriman untuk memenuhi seruan-Nya dengan sesegera mungkin. Sebagaimana Allah swt. telah menggambarkan sikap seorang mu’min terhadap seruan-Nya, yaitu mereka (orang-orang mu’min) menjawab sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami ta’at).
Masuk ke dalam Islam secara keseluruhan berarti juga termasuk melaksanakan pengobatan sesuai dengan kaidah-kaidah yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Menggunakan metode pengobatan Nabi saw. dalam aspek kesehatan merupakan sebuah konsekwensi logis dari keimanan kita terhadap ayat tersebut.
Namun, kita harus akui bahwa metode pengobatan Nabi saw. kian hari kian tenggelam di tengah-tengah kedigjayaan metode pengobatan modern (alopati) yang berasal dari Barat. Hal ini dikarenakan mereka tidak akan pernah ridha terhadap ummat Islam hingga ummat mengikuti millah mereka. Firman Allah swt.

“Dan tidaklah ridha orang-orang Yahudi dan juga Nashrani hingga kalian mengikuti millah mereka. Katakanlah sesungguhnya petunjuk Allah adalah sebenar-benarnya petunjuk. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah, 2: 120)
Kata millah dalam kaidah Bahasa Arab setidaknya mengandung tiga hal, yaitu fikrah (ideologi), akhlaq (kebiasaan/ kebudayaan), dan diin (agama/ keyakinan). Maka, yang diinginkan oleh musuh-musuh Allah adalah bukan sekedar memindahkan keyakinan ummat (riddah / memurtadkan) saja. Karena mereka tahu bahwa ummat Islam cukup sulit untuk berpindah keyakinan. Mereka kemudian mencari cara lain agar secara kasat mata, ummat itu masih beragama Islam, namun pada hakikatnya mereka telah dimurtadkan tanpa sadar. Yaitu dengan menjauhkan ideologi dan kebudayaannya dari ideologi dan kebudaan Islam menuju ideologi dan kebudayaan jahiliyah.
Hal tersebut ternyata berhasil mereka lakukan. Musuh-musuh Allah telah berhasil menjauhkan ummat dari Al-Quran dan As-Sunnah. Mereka telah berhasil menjauhkan kehidupan ummat dari Islam. Mulai dari cara berbicara, berpakaian, berfikir, berbudaya, berekonomi, berpolitik, hingga dalam aspek pengobatan dan kesehatan. Padahal, Imam Ahmad Ibnu Hanbal (Imam Hanbali) rahimahullah pernah melarang seorang muslim untuk menerima racikan obat yang dibuat oleh seorang kafir dzimmi. Hal tersebut dikarenakan kekhawatiran akan adanya satu ramuan yang diharamkan oleh Allah swt., sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Sesungguhnya Allah swt. tidak akan menjadikan kesembuhan dengan sesuatu yang Dia haramkan atasmu.”
Sedangkan kini, kita tidak tahu obat-obatan yang kita gunakan terbuat dari apa. Bisa jadi ada satu atau lebih racikan yang diharamkan oleh Allah swt.. Maka, kita sebagai ummat muslim harus bisa meracik sendiri obat-obatan untuk mencegah ummat mengonsumsi obat-obatan yang diharamkan-Nya.
Selain dari sisi bahan yang digunakannya, orang-orang Yahudi ternyata menyusupi ilmu kedokteran modern dengan pemikirannya yang kotor untuk menyesatkan ummat. Sebagai contoh adalah penggunaan lambang paganisme pada lambang kedokteran tau farmasi modern.
Lambang dari farmasi modern yang bisa kita lihat pada apotek-apotek sekarang, ini berlambangkan piala/ cawan dengan ular yang melilitnya. Lambang ini diadopsi dari lambang Aesculapus, yaitu dewa obat-obatan yang berbentuk ular. Ular tersebut digambarkan hendak minum air kehidupan pada cawan milik Zeus. Sehingga secara sederhana, lambang yang biasa kita lihat pada apotek ataupun kemasan obat-obatan modern berarti tidak ada kesembuhan kecuali berkat keagungan Dewa Zeus. Na’udzu billah. Sedangkan kita, ummat Islam hanya berharap kesembuhan dari Allah swt..
Maka dari itu, ummat Islam harus bangkit dan kembali berjaya untuk mengembangkan Farmasi Islam dan Kedokteran Nabi saw.. Karena sesungguhnya inilah metode pengobatan terbaik. Karena, sekali lagi, metode pengobatan ini berasal dari Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Bismillah, Allahumma isyfi ‘abduka wa shaddiq rasuulaka. Amiin.

(bersambung)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: