jump to navigation

Sejarah: Sisi Baik – Sisi Buruk Juni 17, 2008

Posted by hudzayfah in Sejarah.
Tags: , , , ,
trackback

Benarlah Soekarno yang menyatakan “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Karena begitu banyak orang yang terjatuh pada saat ia tidak belajar dari sejarah. Bahkan bukan sekedar seorang, tapi sebuah kolektif peradaban pun bisa runtuh saat mereka tidak bisa belajar dari sejarah.

Sejarah terjadi sekali, begitu unik, dan tidak mungkin terulang sebuah kejadian yang sama persis untuk kedua kalinya. Namun, tidak untuk sebuah proses yang similar. Maksudnya adalah sebab, akibat, dan proses terjadinya sesuatu yang kadangkala atau bahkan seringkali itu merupakan sebuah pengulangan, walaupun terjadi di ruang yang berbeda. Dengan pelaku yang berbeda pula tentunya.

Dalam titik seperti ini, sejarah terlihat begitu memiliki sisi baik yang dominan karena manfaatnya tidak hanya dapat membantu seseorang menyelamatkan dirinya, tapi juga membantu sebuah kolektif peradaban untuk tetap tegak menantang zaman.

Saat kita alihkan pandangan kita pada halaman realita, di Indonesia saja, sejarah telah diputarbalikkan, dipolitisir, untuk keuntungan segolongan orang yang berkuasa. Mereka memanfaatkan sejarah untuk kepentingannya sendiri. Dengan cerdik mereka memunculkan berbagai pernyataan yang kontroversial sehingga membuat (kisah) sejarah terdistorsi. Bahkan di antaranya menggunakan data-data palsu untuk mendukung argumentasinya. Maka, kita pun akan melihat, betapa buruknya sejarah. Sampai-sampai banyak orang berkata “Untuk apa kau belajar sejarah?”

Di sinilah kita akan sedikit menjawab pertanyaan tersebut. Untuk apa kita belajar sejarah?

Sejak SMP, pelajaran sejarah mungkin terasa begitu membosankan bagi sebagian besar siswa. Namun, bagi sebagian kecil terasa begitu besar manfaatnya karena menjadi semacam obat penenang yang bahkan bagi mereka yang insomnia pun dapat menikmati iringan kisah tersebut, sehingga mereka dapat terlelap dan menjemput sejuta bidadari dalam ruang mimpi dan khayalan sambil memejamkan mata, di dalam kelas.

Begitu pun di perguruan tinggi. Dibandingkan dengan Mipa atau Kedokteran, tentu Jurusan Ilmu Sejarah masih kalah jauh pamornya, bahkan beberapa di antara mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah seolah enggan menunjukkan identitas dirinya bahwa ia merupakan seorang Mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah.

Dalam Pengantar Ilmu Sejarah hal. 20-37, Kuntowijoyo jelas-jelas memaparkan begitu bermanfaatnya sejarah bagi kehidupan manusia di dunia ini. Setidaknya, pendidikan merupakan manfaat yang paling berharga yang dapat diberikan oleh sejarah.

Sejarah mengajak kita melihat masa lalu dengan data dan fakta. Sejarah menunjukkan bukti dan latar belakang terjadinya sesuatu. Maka, seorang dapat belajar bahwa pemerintahan otoriter seringkali berakhir dengan revolusi. Maka, seorang dapat mengerti mengapa kebijakan Amerika Serikat selalu menyudutkan dunia Islam. Maka, seorang dapat memahami mengapa KAMMI dapat mengumpulkan lebih dari 1000 massa hanya dua pekan sejak didirikannya. Maka, seorang dapat lebih berhati-hati untuk melangkah, karena tidak ada seorang pun yang mau terperosok ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya. Atau adakah yang masih bertanya tentang holocaust atas Yahudi oleh Hitler, dalang G 30 S, hubungan antara Perang Salib dan proyek zending bangsa Eropa di Asia?

Sejarah tidak sekedar menjelaskan apa tapi mengapa dan bagaimana sesuatu itu harus ada dan ditempatkan. Sejarah mengajarkan moral, penalaran, politik, kebijakan, perubahan, masa depan, dan keindahan dengan memberikan petuah-petuah yang membuat kita memahami seperti apa kita menempatkan atau menggunakan aspek-aspek tadi dalam sebuah kehidupan realita pada masa kini.

Kita lihat bahwa betapa pentingnya sejarah dalam kehidupan ini. Ilmu Sejarah sudah saatnya bersanding dalam sebuah kursi kehormatan bersama Mipa atau Kedokteran. Sialnya, stigma dan skeptisme masyarakat terhadap sejarah dan terhadap segala yang berhubungan dengan sejarah hanya akan terhapus oleh mereka yang sekarang sedang berkecimpung dalam “dunia masa lalu” tersebut.

Kini, cobalah untuk melongok masa kini dan ajaklah seluruh manusia untuk menjelajah masa lalu dengan bahasa cinta dan sastra yang bertabur bunga. Agar mereka dapat merasakan manfaat sejarah, tidak sekedar menjadi tumpukkan kisah pengantar tidur siswa SMP atau SMA. Lebih dari itu, sejarah lahir menjadi sebuah kekuatan baru yang akan menentukan arah hidup suatu individu, masyarakat, bangsa, bahkan dunia.

Wallahu a’lam

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: