jump to navigation

Mendefinisikan Sejarah Juni 17, 2008

Posted by hudzayfah in Sejarah.
Tags: , ,
trackback

Setiap manusia pasti mengalami berbagai peristiwa yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam menelusuri langkah hidupnya. Beberapa di antara peristiwa tersebut terendap dalam memori dan menjadi sebuah kenangan yang masih tersusun rapi dalam arsip ingatan kita. Entah apakah peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang dapat membuat kita tersenyum atau bahkan dapat meneteskan air mata.

Peristiwa yang telah terjadi dan telah menjadi bagian dari kenangan kita itu merupakan sebuah peristiwa sejarah. Setidaknya menjadi bagian dari sejarah kecil hidup kita.

Sejarah sebagai sebuah peristiwa hanya terjadi sekali. Ia bersifat unik dan tidak mungkin terulang kembali. Ia telah terjadi dan tidak akan mungkin untuk kembali. Setiap manusia memiliki sejarahnya masing-masing dan mereka akan terus menorehkan sejarah dalam hembusan nafasnya.

Secara bahasa, sejarah berasal dari bahasa Arab, asy-Syajarah, yang berarti pohon. Maksudnya adalah bahwa sejarah senantiasa berkembang, tumbuh, dan meninggi. Sedangkan padanan kata sejarah dalam bahasa lainnya adalah history (Inggris), berasal dari kata istoria (Yunani), yang berarti ilmu. Istoria digunakan untuk menelaah manusia dan perubahannya dalam urutan kronologis. Geshichte (Jerman) berasal dari kata geschehen yang berarti sesuatu yang telah terjadi. Geschiedenis (Belanda) juga berarti sesuatu yang telah terjadi.

Untuk mendefinisikan sejarah secara istilah, maka setidaknya ada tiga kata kunci yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah, yaitu:

1. Ruang

Sejarah berkaitan dengan peristiwa. Karena sejarah merupakan peristiwa itu sendiri. Tidak ada peristiwa, maka tidak akan ada sejarah. Maka, tempat dimana peristiwa itu terjadi merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah.

2. Waktu

Sejarah merupakan ilmu tentang waktu. Ia merupakan sebuah peristiwa yang telah terjadi pada masa lalu. Artinya peristiwa tersebut telah terjadi dan benar-benar telah terjadi. Sejarah tidak membicarakan apa yang sedang berlangsung, apalagi sebuah peristiwa yang belum terjadi. Setiap peristiwa akan menjadi sejarah saat peristiwa tersebut telah terjadi dan sejarah menceritakan kisah tersebut memanjang dalam satuan waktu bukan melebar dalam ruang.

3. Manusia dan Perubahannya

Peristiwa yang telah terjadi tidak dapat kita katakan sebagai peristiwa sejarah apabila ia tidak berhubungan dengan manusia. Baik manusia sebagai pelaku (subjek) atau manusia sebagai objek. Maksudnya adalah segala macam peristiwa yang telah terjadi akan disebut sebagai peristiwa sejarah apabila ia terjadi oleh manusia dan/atau berakibat terhadap sebuah perubahan kehidupan pada diri manusia, dikhususkan, secara kolektif. Mengapa harus secara kolektif? Karena jika akibat yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut hanya menimpa pada satu individu, ia hanya akan menjadi sejarah bagi individu tersebut saja.

Dari tiga kata kunci tersebut, sejarawan menyimpulkan bahwa sejarah dapat didefinisikan sebagai.

i. Kuntowijoyo dalam Pengantar Ilmu Sejarah hal. 18-19 menjelaskan bahwa sejarah merupakan rekontruksi masa lalu. Sejarah merekontruksi apa yang sudah dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami orang. Sejarawan dapat menulis apa saja, asal memenuhi syarat untuk disebut sejarah.

ii. R. Moh. Ali dalam Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia hal 11 mendefinisikan sejarah dalam tiga kesimpulan.

a. Sejarah merupakan jumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa dalam kenyataan sekitar kita.

b. Sejarah merupakan cerita tentang perubahan-perubahan itu dan sebagainya.

c. Sejarah merupakan ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan dan sebagainya tersebut itu.

Dari berbagai pengertian tersebut, kita melihat adanya dua hal yang berbeda namun tetap berjalan beriringan. Bukankah peristiwa berbeda dengan rekontruksi? Bukankah ilmu berbeda dengan sebuah kejadian?

Dalam studi sejarah, kata “sejarah” memang mengandung dua buah makna. Pertama, yaitu sejarah dalam makna yang objektif. Sejarah objektif merupakan peristiwanya itu sendiri. Inilah sejarah yang unik, terperinci, dan tidak mungkin terulang itu. Ia telah terjadi dan tidak mungkin untuk kembali.

Kedua, sejarah dalam makna subjektif. Sejarah yang subjektif ini merupakan rekontruksi manusia masa kini untuk melihat kembali peristiwa masa lalu dengan menuliskannya menjadi sebuah kisah. Sejarah sebagai sebuah kisah memang menjadi sangat subjektif, karena ia dilahirkan dari sebuah interpretasi dan keterbatasan seorang sejarawan. Ia terlukis sebatas pengetahuan yang melukiskannya saja.

Maka dari itu, sebagai sebuah upaya mendekati objektivitas sejarah, dibutuhkan sebuah metode yang sistematis sebelum akhirnya seorang sejarawan menuliskannya dalam sebuah kisah atau historiografi. Dalam titik seperti ini, sejarah merupakan sebuah ilmu. Karena ia membutuhkan metode dan penelitian. Namun, sejarah bukanlah ilmu alam, bukan pula ilmu sosial. Sejarah merupakan ilmu tentang segala macam peristiwa yang memengaruhi manusia dalam satuan waktu. Sejarah merupakan ilmu tentang manusia dan waktu.

Dengan ini, sejarah membantah dirinya sendiri bahwa ia bukanlah mitos atau filsafat. Ia menceritakan kejadian berdasarkan data dan fakta bukan sekedar cerita yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Ia juga bukan merupakan sebuah proses yang tidak pernah selesai, karena ia telah terjadi dan telah selesai, bahkan telah mendapatkan sebuah kesimpulan. (Tulisan) sejarah dapat dikatakan sebagai sebuah seni, namun ia bukanlah sastra. Sastra bekerja di alam khayal, sejarah bekerja di alam realita. Sejarah menceritakan fakta, sastra mengisahkan fiksi. Sejarah menghasilkan sebuah rekontruksi peristiwa masa lalu dan menuntaskan kisahnya. Sastra menghasilkan sebuah peristiwa baru yang berasal dari sebuah proses imaji yang tidak terbatas, tanpa harus menuntaskan kisahnya.

Wallahu a’lam

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: