jump to navigation

Islam, Ruang Publik, dan HAM Juni 17, 2008

Posted by hudzayfah in Coretan Kecil.
Tags: , , ,
trackback

Selalu saja menarik untuk dikaji, hubungan antara agama dengan wilayah ruang publik, atau lebih spesifik lagi pemerintahan. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa di Eropa pernah terjadi revolusi besar-besaran yang meruntuhkan dominasi gereja dalam pemerintahan, sehingga gaya hidup orang-orang Eropa berjalan di atas pemisahan antara agama dengan negara (sekularisme). Hal ini pula yang kemudian mempersempit ruang religi menjadi terbatas pada ruang-ruang individu. Pada titik ini, agama hanya diartikan sebagai hubungan personal antara seseorang dengan Tuhannya.

Hal tersebut pun ternyata menyentuh kehidupan muslim di Indonesia. Bagaimana kita lihat begitu banyak ummat muslim yang hingga kini belum menyepakati penegakkan syariat Islam di Indonesia. Katanya, jika syariat Islam ditegakkan, maka itu sama saja dengan tidak menghargai hak-hak ummat non-muslim. Karena, menurut mereka yang tidak sepakat, agama adalah urusan pribadi, maka jangan libatkan urusan agama dalam ruang-ruang publik.

Saya tentu saja menjadi orang yang sangat tidak sepakat dengan pernyataan tersebut. Mengapa..? Karena, jika memang agama hanya terbatas pada hubungan manusia dengan Tuhannya, maka saya katakan, mungkin ya untuk sebagian agama, tapi tidak untuk Islam.

Islam hadir untuk mengatur aspek kehidupan manusia 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam sepekan. Islam juga mengatur kehidupan manusia seluruhnya (tidak hanya terbatas pada ummat Islam), yang tentu saja hal tersebut berarti Islam tampil sebagai kesepakatan bersama dalam sebuah ruang publik. Lalu, bagaimana dengan ummat non-muslim..?

Ummat non-muslim, ketika syariat Islam ditegakkan, akan mendapatkan hak-hak mereka, termasuk hak mereka untuk beribadah dan beragama, selama mereka mengikuti aturan main syariat saat mereka berada dalam ruang publik. Maka, seorang muslim yang terbutki mencuri (katakanlah) uang non-muslim tetap akan dikenakan hukuman yang sama dengan seorang non-muslim yang mencuri uang seorang muslim.

Bahkan, menurut saya, saat Indonesia tidak menampilkan syariat dalam ruang publik, itu sama saja melarang ummat Islam untuk beribadah. Karena, bentuk kesempurnaan bagi setiap muslim adalah dengan menegakkan syariat Islam di seluruh penjuru dunia. Padahal, dalam UUD Pasal 29 ayat (2) dinyatakan bahwa negara menjamin kebebasan warganya untuk beragama dan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

Selain itu, kehadiran Islam dalam ruang publik justru akan memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada siapapun untuk beragama. Contoh kasus adalah bahwa dalam UUD kita, agama yang diakui oleh negara hanya 5 (lima) saja. Lalu, bagaimana dengan Yahudi, Majusi, dan lainnya..? Sedangkan Islam membebaskan manusia untuk beragama sesuai dengan keyakinan masing-masing, karena tidak ada paksaan dalam beragama. Selama orang tersebut taat kepada aturan-aturan Islam, maka jiwa, harta, keturunan, agama, dan kehormatannya berada dalam tanggungan pemerintah.

Artinya, keberadaan Islam dalam ruang publik sama sekali tidak akan mengancam hak asasi manusia, karena aturan-aturan yang berlaku dalam ruang publik itu memang aturan-aturan yang bersifat umum, adil, dan disepakati bersama. Sebagai contoh bahwa Islam dapat hadir di tengah-tengah ruang publik dengan menaungi penduduk yang plural – setidaknya pada waktu itu terdapat tiga agama besar – adalah pada saat Rasulullah saw. mendirikan negara Madinah dengan dasar hukum Islam yang diturunkan menjadi Piagam Madinah, serta Kasultanan Andalusia di Spanyol yang juga menggunakan Piagam Madinah, dan saya pikir, hal tersebut bisa dicoba untuk dilakukan di Indonesia. Wallahu a’lam…

Komentar»

1. padhepokananime - Juni 18, 2008

artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:
http://agama.infogue.com/
http://agama.infogue.com/islam_ruang_publik_dan_ham

anda bisa promosikan artikel anda di http://www.infogue.com/ yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: