jump to navigation

Menuliskan Pemikiran Juni 9, 2008

Posted by hudzayfah in Coretan Kecil, Perjalanan Sang Waktu.
Tags: , ,
trackback

Akan sangat disayangkan jika buah dari pemikiran panjang dan mendalam tidak sempat menyentuh sisi-sisi kolektivitas masyarakat. Apalagi, jika ia merupakan buah manis dari ide dan gagasan yang dapat menyegarkan orang banyak di tengah panas dan keringnya alam akibat tangan-tangan perusak yang tidak bertanggungjawab.

Buah pemikiran tidak sekedar ide dan gagasan sesaat yang mudah hilang. Ia juga bukanlah harapan yang hampa. Lebih dari itu, ia merupakan mimpi dan cita-cita yang menyala dalam dada yang kemudian akan menciptakan gelombang samudera saat secara luas telah menyebar memengaruhi pola pikir masyarakat secara kolektif.

Walaupun demikian, ia tidak akan bisa menjadi abadi. Bahkan mungkin terlalu rapuh dan akan mudah untuk hancur, saat ia tidak secara kontinyu disebarkan secara merata dalam setiap lapisan sosial. Meskipun realitanya ia dapat diamalkan secara nyata.

Ibn. al-Qayyim al-Jauwziyah berkata bahwa lintasan-lintasan pikiran seseorang yang kemudian mengendap akan melahirkan kehendak bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. Artinya, ia akan melakukan sesuatu sesuai dengan bingkai yang telah terpajang dalam frekuensi otaknya. Sehingga saat kehendak itu hadir, maka ide, gagasan, dan pola pikirnya kembali meresap dan menjalar dalam ruang-ruang dialektikanya. Kehendak itu akan menjadi suatu yang dilakukan berulang atau dengan kata lain ia telah mengkristal menjadi sebuah kebiasaan.

Betapa pun lemahnya konsep dasar sebuah pemikiran, ia akan tetap tumbuh dan memengaruhi pola kehidupan masyarakat saat ia secara terus-menerus disebarkan secara merata serta diperluas jaringannya. Sehingga tidak ada lagi ruang yang tersisa bagi tumbuh dan berkembangnya pemikiran yang lain. Pada saat ini, lintasan-lintasan pikiran yang terbangun pun pastinya akan mengikuti apa yang telah disebarkan oleh pemikiran tadi hingga dalam tahap inilah ia akan menjadi arus bahkan gelombang sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Maka dari itu, sebuah keniscayaan bagi kita untuk menyebarkan buah pikiran kita yang lahir dari ide dan gagasan cemerlang agar kemudian orang dapat merasakan apa yang kita rasakan, serta melihat apa yang telah kita lihat, yang kemudian mereka pun dapat bergerak sebagaimana kita pun bergerak. Tidak ada kata bagi kita untuk tinggal diam.

Tidak ada sedikit pun kerugian bagi dunia karena pemikiran kita adalah buah dari perenungan seorang hamba yang sangat dekat dengan penciptanya. Maka, pada saat ia telah menyusun sebuah kerangka yang mendasari ide dan gagasannya, hal tersebut tidak dilakukan semata-mata oleh dirinya sendiri. Sang Pencipta telah membimbingnya menciptakan kesejukan bagi bumi yang tentu saja sebagaimana kesejukan yang didambakan langit. Jadi, sebarkanlah setiap helai ide dan gagasan kita, dan cara yang paling efektif untuk melakukan hal itu serta mengabadikannya adalah dengan MENULISKANNYA, sampai pada akhirnya ia akan menjadi sebuah pemikiran yang abadi.

Wallahu a’lam

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: