jump to navigation

Tegakkan Islam Di Dalam Dirimu, Maka Ia Kan Tegak Di Bumimu Juni 3, 2008

Posted by hudzayfah in Coretan Kecil, Perjalanan Sang Waktu.
Tags:
trackback

Aku heran, apa yang salah dengan kalimat judul di atas. Walaupun sampai sekarang aku belum menemukan siapa yang pertama kali mengucapkannya, namun aku sangat setuju dengan kalimat tersebut. Mengapa…? Ada beberapa alasan mengapa aku sangat menyetujuinya.

1. Firman Allah swt. dalam QS. Al-Muzzammil, 73: 1-5. Hai orang-orang yang berselimut, bangunlah pada malam hari kecuali sedikit (daripadanya), seperduanya atau kurangi sedikit dari seperdua, atau lebih dari seperdua itu dan bacalah al-Quran dengan tartil. Sesungguhnya kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.

Sebagian besar mufassir sepakat bahwa kisah di atas adalah perintah Allah swt., terhadap Rasul-Nya. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, ada sebuah skema yang ditunjukkan oleh Allah swt. agar kita bisa mengatakan sesuatu yang berbobot.

Kita lihat bagaimana Allah swt. memberikan bayan pada kita bahwa qiyamul-laiyl dan tilawah al-Quran ternyata memberikan efek yang luar biasa, yaitu akan diturunkannya perkataan yang berat kepada kita. Atau aku lebih senang menyebutnya perkataan yang berbobot. Maksudnya adalah bahwa setiap tutur kata kita, atau siapapun itu, yang diiringi dengan Qiyamul-Laiyl dan tilawah al-Quran akan terasa berbobot dibandingkan dengan mereka yang tidak mengiringi tuturkatanya dengan Qiyamul-Laiyl dan tilawah al-Quran.

2. Kisah ‘Umar bin Khattab dan pasukan ‘Amru bin ‘Ash

Aku pernah mendengar sebuah kisah bahwa satu saat, pasukan muslim yang dipimpin oleh ‘Amru bin ‘Ash senantiasa gagal menembus pasukan musuh. Dan berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, namun senantiasa gagal. Setelah diselidiki lebih jauh, ternyata permasalahannya adalah bahwa pasukan tersebut telah mulai meninggalkan sunnah Rasulullah yang mulia, yaitu bersiwak. Maka, mereka pun akhirnya menghidupkan kembali sunnah tersebut dan terbukti, kemenangan demi kemengan dapat diraih.

3. Firman Allah swt., dalam surat An-Nashr, 110: 1. Ketika telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.

Sebenarnya alasan yang keempat adalah intisari dari ketiga alasan sebelumnya. Kita lihat ayat di atas, Allah swt. dengan tegas (secara tersirat) menyatakan bahwa kemenangan yang sebenarnya berasal dari pertolongan-Nya, walaupun secara syari’at melalui usaha hamba-Nya. Namun, yang lebih menentukan adalah pertolongan-Nya. Artinya, sebesar apapun pengorbanan dan usaha kita untuk menegakkan Islam di muka bumi ini, tidak akan mungkin kemenangan akan diraih, kecuali Allah swt. menurunkan pertolongannya kepada kita semua.

Sekarang, bagaimana mungkin Allah swt. akan menurunkan pertolongan kepada orang-orang yang di hatinya masih jauh dari nilai-nilai Rabbani..? Bagaimana mungkin Allah swt. akan menurunkan pertolongan kepada orang-orang yang hatinya masih ringkih tanpa ruh dan kedekatan dengan Rabbnya..? Padahal, pertolongan Allah swt. hadir saat iman telah menancap dalam dada para pejuangnya. Padahal pertolongan Allah swt. hadir saat para pejuang itu telah menatap syurga dan neraka sebagaimana mereka menatap dunia. Padahal, kemenangan Allah swt. itu hadir saat bibir para pejuangnya basah dengan dzikir dan tilawah, matanya sayup karena seringnya bangun malam untuk berjumpa dengan Rabbnya, serta akhlaqnya mulia karena Rasulullah adalah qudwah-nya.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menegakkan Islam dalam dirimu, jika kau mengharapkan Islam tegak di bumimu. Wallahu a’lam…

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: