jump to navigation

Mulai Dari yang Kecil Juni 3, 2008

Posted by hudzayfah in Coretan Kecil, Perjalanan Sang Waktu.
Tags:
trackback

Aa Gym berkata bahwa langkah perbaikan nasional, atau bahkan global adalah dengan 3 M, yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang, dan mulai dari yang terkecil. Mengapa harus dari yang kecil jika kita sudah mampu melakukan yang besar..? Jawabannya sederhana, mengulang sabda nabi ‘Isa al-Masih as., “Seorang yang lalai dalam hal-hal kecil, ia akan lebih lalai dalam hal-hal yang besar.”

Benar sekali. Kita seringkali melupakan hal-hal (yang kita anggap) kecil dengan menggunakan ungkapan Ust. Anis Matta yang menyatakan bahwa seorang yang disibukkan dengan hal-hal kecil bukanlah orang besar. Ungkapan ini sama sekali tidak salah. Yang salah adalah mereka yang tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Ungkapan seperti ini bukanlah digunakan sebagi dalih bahwa kita dapat seenaknya melupakan hal-hal kecil.

Salah satu contoh konkrit dari terlupakannya hal-hal kecil atau sederhana adalah tepat waktu. Berapa banyak kegiatan yang kita lakukan dimulai sesuai dengan perencanaan dan jadwal yang ditetapkan. Padahal kegiatan tersebut adalah syura’, dimana di tempat itulah kita akan menyepakati, mencari solusi serta membahas segala hal yang berkaitan dengan kepentingan Islam dan da’wah.

Bagaimana mungkin akan hadir sebuah keberkahan bagi majlis orang (maaf) pendusta..? Mengapa aku katakan majlis orang munafik..? Karena saat syura’ dimulai tidak sesuai dengan kesepakatan dan perjanjian, apa lagi yang pantas untuk menyebut orang-orang tersebut..? Bukankah salah satu ciri orang yang munafik adalah mereka berkata namun mendustakannya..? Juga berjanji namun tidak ditepati..? Serta diberi amanah namun tidak menjalankannya dengan benar..?

Lalu, bagaimana jika sikap tersebut dilakukan secara kolektif oleh sebuah gerakan da’wah..? Atau setidaknya komunitas da’wah..?

Tentu saja yang terjadi adalah da’wah tidak berada di atas rel yang seharusnya. Karena inilah (mungkin) da’wah kita terasa stagnan dan tidak mengalami kemajuan. Karena ini pula (mungkin) semakin hari yang ada adalah semakin banyak permaslahan yang hadir bukan hasil.

Sudah saatnya kita mengubah paradigma berfikir kita. Kita harus bisa meresapi sabda nabi ‘Isa di atas. Benar. Bagaimana mungkin kita akan memimpin dunia saat kita belum bisa memimpin diri kita sendiri..? Belum bisa untuk sekedar menepati apa yang telah kita sepakati sendiri..? Belum bisa menjalankan amanah untuk melaksanakan sesuatu sesuai dengan jadwal dan perencanaan yang kita atur dan kita tetapkan sendiri..?

Apakah Allah swt. akan mengamanahkan bumi dan seisinya pada orang-orang seperti itu..? Apakah Allah swt. rela bumi serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikelola oleh orang-orang yang masih melalaikan hal-hal sederhana seperti ini.

Apakah kita tidak malu melihat orang-orang kafir namun berakhlaq sebagaimana pernyataan ‘Umar bin Khattab bahwa waktu adalah pedang..? Mereka begitu semangat untuk memulai segala sesuatu sesuai dengan perencanaan dan jadwal yang telah ditentukan. Tidak mengurangi atau menambahkan walau sekedar satu menit saja. Mereka telah memiliki keperibadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim, harishan ‘alaa waqtih.

Pembahasan ini bukanlah dalam rangka untuk menyibukkan kita dalam hal-hal kecil lelu kemudian melupakan hal-hal yang besar. Karena dari yang kecil semua berawal. Jangan pernah berfikir bahwa kita dapat melakukan sesuatu hal yang besar, jika kita masih tidak bisa untuk melakukan hal-hal yang kecil, yang menyangkut diri kita sendiri. Karena pada dasarnya, tepat waktu, ataupun hal-hal sederhana yang lainnya merupakan amanah yang telah dibebankan oleh Allah swt. kepada kita dan Allah telah berfirman Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang telah diberikan padamu sedangkan kamu mengetahuinya. (QS. Al-Anfaal, 8: 27). Wallahu a’lam

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: