jump to navigation

Cinta Juni 3, 2008

Posted by hudzayfah in Inilah Cinta.
Tags:
trackback

Akhirnya, ‘Ali ibn. Abi Thalib kw. pun mengikuti pendapat para shahabat, bahwa ia memang layak berdampingan dengan puteri terbaik Rasulullah, yang akhlaqnya paling menyerupai akhlaq ibunya, yang mewarisi banyak keutamaan dari ayahnya, manusia terbaik sepanjang masa, bunga bagi ahlul bayt, Fathimah az-Zahra’. Apalagi, ia telah mengetahui bahwa sebelumnya, Fathimah telah menolak pinangan dari –setidaknya- tiga shahabat terbaik, Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsman ra..

Maka, datanlah ‘Ali menemui Rasulullah saw., dan mempertegas maksud kedatangannya. Sebagai seorang ayah yang bijak, sebagaimana saat beliau saw. menghadapi para shahabat yang datang dengan tujuan yang sama, beliau saw. senantiasa menanyakannya terlebih dahulu kepada Fathimah.

Jika pada kasus-kasus sebelumnya, Fathimah dengan tegas menolak, namun pada saat ‘Ali yang datang untuk meminangnya, tidak ada jawaban apapun dari Fathimah. Ia ra. hanya terdiam. Maka, Rasulullah saw. bersabda “Diamnya seorang gadis adalah ‘Ya’.” Tentu saja hal ini membuat hati ‘Ali berbunga-bunga. Namun, di sisi lain, ‘Ali ibn. Abi Thalib kw. merasa kebingungan karena ia tidak memiliki apa-apa untuk dijadikan mahar (maskawin). Bahkan, saat Rasulullan menyuruhnya pulang untuk mengambil sebuah cincin besi pun, ‘Ali ibn. Abi Thalib tidak memilikinya.

Melihat kondisi seperti ini, Rasulullah saw. yang juga mengerti bahwa Fathimah mengharapkan ‘Ali sebagai pendamping hidupnya, maka Rasulullah saw. menghadiahkan sebuah baju besi yang nanti akan diberikan sebagai mahar. Masya Allah… Untuk zaman sekarang, sepertinya tidak mungkin ada seorang calon mertua yang seperti itu. Bahkan, Rasulullah saw. mungkin satu-satunya calon mertua yang berbuat demikian. Memberikan sesuatu kepada calon menantunya untuk diberikan kepada anaknay sebagai mahar.

Pernikahan pun dilangsungkan. Tabuh-tabuhan rebana dan iringan qashidah mengindahi prosesi walimatul-‘urs dari ‘Ali ibn. Abi Thalib kw. dan Fathimah az-Zahra’ ra.. Dikabarkan, Kerajaan Langit pun mengabarkan kebahagiannya melalui Jibril as.. Subhanallah…

Pada saat malam pertama, sebelum melakukan apapun, ‘Ali menceritakan sesuatu kepada Fathimah. Ia berkata, “Kau tahu, sesungguhnya sebelum pernikahan ini, aku pernah mencintai seorang gadis, namun aku belum pernah mengungkapkannya.” Hal ini membuat wajah Fathimah merah padam tanda kemarahan atas perkataan ‘Ali, namun ia ra. berusaha menahannya. Sambil menahan amarahnya, ia pun bertanya kepada ‘Ali, “Bolehkan aku tahu siapa gadis itu..?” “Seorang yang kini Allah telah menghalalkannya untukku…” jawab ‘Ali, yang membuat Fathimah tersipu malu…

Mesra, sangat mesra, namun kemesraan itu telah dibalut dengan ‘akad yang telah dilangsungkan. Tidak ada prosesi yang njlimet. Apalagi harus kirim-kiriman surat cinta, sms-an, jalan bareng, atau yang lainnya. Tidak ada ungkapan sebelum Allah swt. menghalalkannya dengan pernikahan. Sehingga kita sadar bahwa titian jalan menuju ke kehidupan yang sebenarnya dapat memberikan makna yang benar mengenai cinta.

Namun sayang, saat ini, harus ada jarak, antara perasaaan dengan pernikahan. Harus ada persiapan untuk saling mengenal, katanya, yang pada akhirnya justru memberikan peluang untuk terjerumus dalam lembah dosa. Maka, saat keduanya telah berada dalam villa rumah tangga, tidak menjamin kehidupannya dinaungi atap keberkahan, karena mereka telah mencuri-curi kesempatan untuk menikmati kasih-sayang sebelum waktunya. Semoga Allah swt. menjauhkan kita dari sikap seperti ini…

Ya, memang tidak ada dalil yang qath’i (pasti) bahwa apa yang sekarang disebut dengan “pacaran” adalah diharamkan dalam Islam. Namun, Allah swt. telah mengingatkan kepada kita untuk tidak mendekati zina.[1] Perhatikan ayatnya, Allah melarang kita untuk mendekati zina. Mendekatinya saja dilarang, maka wajarlah jika orang yang berzina akan mendapatkan hukuman yang berat di dunia dan di akhirat, jika ia belum sempat bertaubat.[2]

Jika mendekati zina dilarang, maka kita harus menutup serapat mungkin pintu-pintu yang dapat menjerumuskan kita ke dalam ruang-ruang gamang yang dapat mengakibatkan efek negatif dan berakhir dengan dosa. Artinya, segala macam perkataan, penglihatan, pendengaran, serta perbuatan kita haruslah jauh dari segala hal yang dapat membuka pintu itu sedikit pun. Karena, sekali lagi, Allah melarang kita untuk mendekati zina.

Apalagi, jika perbuatan tersebut jelas-jelas dapat membuka lebar-lebar sebuah ruang yang di dalamnya terdapat penghalalan apa-apa yang diharamkan oleh Allah swt.. Maka, tentu saja tidak ada toleransi untuk hal ini. Jika kita berkata bahwa fenomena tersebut adalah kasuistis dan bagaimana pelakunya, maka kita kembali ke komitmen awal, bahwa, sekali lagi, Allah melarang kita mendekati zina. Mungkin, aksi-aksi yang dilakukan belum masuk ke dalam kategori zina. Namun, aku sangsi jika itu semua tidak dikatakan mendekati zina. Sebagai contoh adalah khalwat (berdua-duaan), saling bertatapan, saling berpegangan, dan saling-saling yang lainnya, yang para fuqaha pun telah sepakat bahwa semua itu tidak layak dilakukan kecuali oleh mereka yang telah menikah.

Jikalau hal-hal di atas memang tidak dilakukan, itu bagus, namun aku ragu jika dalam ritual pacaran tidak ada saling sms-an (mesra-mesra an tentunya), atau untuk sekedar saling mengingat dalam lamunan panjang. Padahal, orang-orang beriman adalah orang yang senantiasa mengingat Allah pada saat berdiri, duduk, dan berbaring.[3] Jika ia lebih banyak mengingat makhluq dibandingkan Sang Khaliq (baca: Allah), maka ia telah menjadikan makhluq itu sebagai tandingan bagi Sang Khaliq. Artinya, ia telah menjadikan makhluq tadi sebagai ilaah baru dan pada titik ini, berarti aku bisa berpendapat bahwa syahadatnya (baca: Islamnya) dipertanyakan kembali. Wallahu a’lam…


[1] Lihat QS. Al-Israa, 16: 32

[2] Lihat QS. An-Nuur, 25: 2-5

[3] Lihat QS. Alii ‘Imraan, 3: 191

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: