jump to navigation

Anak-Anak Syurga Juni 3, 2008

Posted by hudzayfah in Perjalanan Sang Waktu.
Tags:
trackback

Di sini, aku sering melihat keceriaan demi keceriaan yang digambarkan oleh raut wajah anak-anak, mereka bermain dengan riangnya. Di sekolah, di lapangan, hingga di masjid tempat mereka belajar membaca al-Quran. Hampir tidak ada kulihat raut kesedihan atau ketakutan yang membayangi kehidupan mereka. Selain (mungkin) beberapa di antara mereka yang masih kesulitan ekonomi sehingga harus membantu ayah-ibunya dengan berjualan makanan ringan atau koran.

Pada sebuah hari di bulan Ramadhan, aku berkunjung ke sebuah pameran di Bandung. Pameran ini diadakan oleh sebuah partai da’wah dalam menyambut bulan mulia penuh kemenangan. Di sana aku terhentak.

Bukan oleh anak-anak di sana yang juga tampak ceria sambil dituntun ayah-ibunya. Bukan pula oleh para pengunjung lainnya, tapi oleh sebuah tayangan di sebuah stand yang ada di sana. Bahkan, bukan hanya aku yang pada saat itu sudah tidak tahan menahan air mata. Puluhan pengunjung yang melihat tayangan tersebut terisak menangis sambil terus berdzikir saat menyaksikan seorang Faris ‘Audah, bocah berumur 10 tahun harus syahid di tangan tentara Zionis Yahudi La’natullah ‘alayh.

Siapa Faris ‘Audah..? Dia adalah putra Palestina yang setiap hari, setelah pulang sekolah selalu menyempatkan pergi berjihad untuk melawan penindasan Israel terhadap Palestina. Pada satu saat, setelah pulang sekolah, seperti biasa, ia meminta izin kepada ibunya untuk berjihad. Namun, pada saat itu, ibunya belum memberikan izin karena ia sedang menyiapkan makan siang untuk anaknya tercinta tersebut.

Belum selesai makanan itu dihidangkan, Faris sudah terlebih dahulu berangkat bersama rekan-rekannya untuk melempari tentara Zionis dengan batu-batu. Ibunya pada saat itu hanya berharap bahwa anaknya akan diberi kekuatan oleh Allah swt., untuk mengusir penjajah Israel dari tanah suci Palestina dan menyelamatkan Faris agar ia dapat menikmati hidangan yang dibuatnya itu.

Namun Allah swt. berkehendak lain. Dia ingin segera menjemput Faris menuju syurga-Nya, untuk berjumpa langsung dengan-Nya. Ya,,, pada hari itu, Faris memberanikan diri melempari tank Israel dengan batu-batu kerikil dari jarak kurang dari 5 meter. Sampai tentara Israel berang dan kemudian mengejar menembaki Faris yang bersenjatakan batu kerikil. Sungguh tak tahu malu…!!! Maka, malaikat menyambut ruh anak (calon) penghuni syurga itu.

Sungguh berbeda bukan dengan gambaran anak-anak di sini, di negeri merah putih ini…? Ya, sangat berbeda. Saat adik-adik kita di sini dapat menikmatai keceriaan masa kecilnya. Di Palestina ternyata ada seorang bayi yang ditembak oleh tentara Israel tepat di dadanya. Apa salah bayi itu..? Apakah mereka takut bahwa bayi itu akan menjadi Faris-Faris baru yang senantiasa menggentarkan hati-hati pengecut mereka..?!

Saat adik-adik kita bisa menikmati indahnya belajar membaca serta menghafal al-Quran, di Palestina seorang gadis mungil menangis menjerit saat ayah-ibunya dibantai, sedangkan rumahnya hancur rata dengan tanah. Itulah anak-anak syurga, yang telah dijanjikan oleh Allah swt., mereka akan mendapatkan balasan yang jauh lebih baik saat Allah swt. telah mengambilnya. Maka, apakah ada di antara kita yang berharap adik-adik kita di sini berharap syurga..? Sampaikanlah kisah ini pada mereka. Agar raut keceriaan mereka berpadu dengan keberanian untuk menghancurkan tirani angkara murka, agar permainan mereka adalah sebuah persiapan untuk menyongsong syahidnya. Allahu akbar..!!!

Wallahu a’lam…

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: